Umat Islam Aliran Syi’ah

 

Dalam tulisan kita sebelumnya kita mendiskusikan Islam dari perspektif aliran Sunni; sekarang kita akan melihat pada pandangan aliran Syi’ah. Kepentingan kita disini tidak untuk mengatakan bahwa aliran Syi’ah ini lebih benar dibandingkan aliran sebelumnya, atau bahwa aliran Sunni juga lebih baik; kami percaya setiap orang dalam kedua kelompok aliran tersebut agar bertobat atas kecurangan dan penipuan yang telah dilakukan dan datang pada Yesus agar terhindar dari api Neraka. Tetapi tujuan kami disini yaitu untuk memberikan sebuah pemahaman tentang aliran Islam Syi’ah, dan menunjukkan bagaimana baik aliran Sunni ataupun Syi’ah menjadi waqifa, itu merupakan “sebuah keraguan” akan kematian Yesus di kayu salib.

 

Ini ada sebuah pertanyaan untuk anda: apa yang ditangisi dari peperangan ini dan apa arti dari slogan ini?

“Berikan saya kebebasan atau biarkan saya mati!”

Tentunya akan sulit untuk memahami perkataan orang Amerika ini, atau bahkan mempelajari Revolusi di Amerika sendiri, tanpa memahami apa yang dimaksudkan itu.

“Ingatlah Alamo” Akan susah unutk memahami sejarah dari daerah Texas, tanpa memahami mengapa hal itu dikatakan.

“Karbala dimana-mana, setiap bulan merupakan Muharam; setiap hari adalah Ashura”  (Shi’a Islam : From Religion to Revolution. hal.136)

 

Ini merupakan slogan di Iran pada masa Khomeini. Apa maksudnya di dunia ini? Saat ini kami akan membicarakan tentang Islam Syi’ah, dan nanti diakhir kami akan mengerti emosi yang begitu dalam dari pernyataan itu. Kata “Syi’ah” berarti pengikut Ali sebagai Kalif yang sah setelah Muhamad. Untuk memahami Islam Syi’ah, anda harus mengetahui sesuatu masa pergolakan dari kesuksesan Muhamad.

 

‘Ali – Bersemagat Dalam Allah

 

‘Ali seharusnya menjadi kalif pertama menurut Syi’ah. Namun, ia telah dilewati oleh Abu Bakar, Umar, dan Uthman, sehingga ia hanya menjadi kalif diusianya yang sudah 50 tahunan di tahun 656 A.D. Ia bertarung dengan Khawarij saat di Nahrawan, dan mengalahkan pemberontakan oleh Aisha dan Basran pada Perang al-Jamal. Ia hanya seorang kalif selama beberapa tahun ketika Mu’awiya berada di Damaskus yang menyatakan ia adalah kalif yang sah. Mereka bertarung pada perang Siffin tahun (7/657 A.D.) (sekitar 25 tahun setelah Muhamad meninggal). Walaupun Mu’awiya katanya menjanjikan para pengrusak banyak uang, pemaksaan yang dilakukan Ali akhirnya menang. Pasukan Mu’awiya harus melakukan sesuatu, maka mereka menusuk-nusuk bagian halaman dari Qur’an dengan ujung tombak mereka dengan mengatakan bahwa umat Islam tidak boleh menyerang umat Islam lainnya. Akhirnya perang pun berhenti.

 

Ali bin Abu Talib dilahirkan sekitar tahun 600 A.D. –dan menjadi kalif pada tahun 656 A.D. dan dibunuh pada tahun 661 A.D. Ketika Ali menjadi kalif, ia menundukkan seorang pemberontak di perang al-Jamal, membunuh jendral Talha dan Zobair, dan menangkap Aisha, yang mana Kufa merupakan ibukotanya.

 

Ali hanya menantu laki-laki Muhamad, yang dikhianati oleh seorang Islam Kharijiiyah, bernama Abdur-Rahman bin Mulyam dengan sebuah senjata beracun pada tanggal 1/27/661 A.D., 40 tahun setelah kematian Hegira. Ali meninggal dua hari kemudian.

 

“Ali mengatakan Tuhan hanya satu; Ia sendirian dalam kesendiriannya dan oleh karena itu Ia hanya berkata satu kata dan itu karena sebuah cahaya dan Ia menciptakannya dari cahaya Muhamad dan Ia menciptakan saya dan keturunan saya (seperti contohnya Imam yang lain) lalu Ia mengatakan beberapa kata lagi dan itu menjadi sebuah roh dan Ia membiarkan roh itu mengelilingi cahaya itu dan Ia membiarkan roh itu berada dalam tubuh kita. Dan maka dari itu kita merupakan Roh Tuhan dan FirmanNya…dan ini telah diciptakan sebelum dunia ini ada…dan ini ada sebelum Ia menciptakan CiptaanNya.” (An Introduction to Sh’i Islam hal.148-149).

 

Bukhari vol.9 buku 84 bag.2 no.57 hal.45: diceritakan oleh Ikrima: Beberapa Zanadiga (kaum ateis) digiring oleh Ali dan ia membakar mereka semua. Berita dari peristiwa ini, sampai pada Ibnu Abas yang berkata,”Jika saya yang berada diposisinya, saya tidak akan membakar mereka, seperti yang dilarang oleh Rasullulah, yang mengatakan, ‘Jangan hukum siapapun dengan hukuman Allah (api)’ saya akan membunuh mereka sesuai dengan pernyataan dari Rasullulah. ‘Siapapun yang merubah agama Islamnya, bunuhlah ia.”’

Kepercayaan Syi’ah yang Tersendiri

 

Seperti halnya aliran Sunni, aliran Syi’ah mengikut pada tradisi mereka sendiri, tapi diatas dari tradisi mereka terdapat Imam-imam, pengganti Nabi. Mereka menyatakan aliran Sunni hanya menggunakan catatan, sedang aliran Syi’ah mempunyai saksi mata. Mereka menyatakan mempunyai 14 “orang-orang yang sempurna”, dan 12 imam, Muhamad, dan Fatima. Ini merupakan beberapa kepercayaan mereka yang lain.

*Pernikahan Kontrak sekarang masih diperbolehkan.

*Berpura-pura (taiyya) berdasarkan interpretasi mereka dari Sura 3:27

*Banyak umat Syi’ah percaya Mahdi akan kembali dan mengembalikan seperti semula. Beberapa (tetapi tidak semua) umat Sunni melihat ini sebagai penyangkalan terhadap Muhamad sebagai Nabi terakhir dan oleh karena itu mengganggap semua umat Syi’ah “Ghulat”. Namun, terdapat dua masalah dengan pandangan dari beberapa umat Sunni ini.

1) Seorang Syi’ah mengatakan Allah akan mengirim seseorang secara ajaib kembali bukan berarti membuat kembali lagi seorang nabi. Walau mereka mempunyai banyak hal yang ingin dikatakan tentang Mahdi, aliran Syi’ah sebenarnya PERCAYA Muhamad merupakan nabi terakhir.

2) Tak ada satupun dalam Qur’an yang mengatakan bahwa Muhamad adalah nabi terakhir, seperti yang dikatakan dalam An Introduction to Shi’i Islam hal.67. Hal itu hanya dikatakan oleh Hadist orang Sunni yang mengatakan Muhamad adalah nabi terakhir.

*Umat Islam di dunia telah salah ketika Ali dengan tidak adil menyangkal Kalif dan membunuh.

*Ithna’ashariya dan Isma’ilis mempunyai kesuksesan yang sama melalui Imam keenam, Jafar (meninggal tahun 765 A.D.)

*Bagi Itna’ashariyya, mereka mempunyai sebuah kota suci Qom di Iran, dimana Fatima, saudara yang sempurna dari imam ke delapan meninggal pada tahun 816/817 A.D.

 

 

Hadist Anti-Syi’ah

 

‘Ali bukan Pengganti Muhamad: “Nabi berkata, ‘Tapi saya harus katakan, ‘Oh kepalaku!’ saya sepertinya ingin memanggil Abu Bakar dan anak laki-lakinya dan membuat perjanjian (yang terlebih dulu sebagai pengganti saya) agar orang-orang tidak mengatakan sesuatu atau berharap akan sesuatu. Allah akan menuntut (pada Abu Bakar saat menjadi kalif) dan para percayawan akan mencegah (siapapun untuk menyatakan diri mereka sebagai kalif)’…” Bukhari vol.9 buku 89 bag.51 no.334 hal.246-247.

Syi’ah mempunyai hadist sendiri, walau peran hadist dalam syi’ah tidak semencolok dalam Islam Sunni. Hadist Syi’ah yang utama yaitu:

al-Kulaini (meninggal 328/329 A.H.)

Ibn Babuwayh (meninggal 381 A.H.)

Ja’far Muhammad al-Tusi (meninggal 411 A.H.)

al-Murtada (meninggal 436 A.H.), yang menyusun perkataan kepada Ali.

 

Bukti dari Hadist dan Tulisan bahwa Ali ADALAH pengganti yang sah

 

Ini adalah buktinya, diberikan oleh seorang Islam (sepertinya orang Syi’ah), bahwa wakil wali itu dan pengganti Muhamad yaitu adalah Ali, bukan Abu Bakar atau Umar.

 

(1)   Imam Ahmad Ibn Hanbal dalam Musnad-nya dan Mir Seyyed Ali Hamadani Shafi’I di Mawaddati’l-Qurba menuju Mawadda keempat, telah menyalin apa yang dikatakan oleh Nabi Suci.

“Oh Ali! Kamu akan dilepas dari tanggungjawab atas kepentinganku, dan kamu adalah wakil dari aku dari seluruh pengikutkku.”

(2)   Imam Ahmad Ibn Hamdal di Musnad, Ibn Maghazili Faqih Shafi’i di Manaqib, dan Tha’labi dalam tafsirannya (komentar) menceritakan bahwa Nabi mengatakan pada Ali: “Oh Ali! Saudaraku, penggantiku, waliku, dan pembayar hutangku.”

(3)   Abu Qasim Husain Bin Muhammad (Raghib Ispahani) di Mahadhiratu’l-Udaba wa Muhawaratu’sh-Shu’ara wa’l-Balagha (dicetak di Amira-e-Shazafiyya, Seyyed Husain Afandi, tahun 1326 A.H.), bagian II, halaman 213, mengutip dari Ibn Malik bahwa Nabi berkata:”Sungguh, temanku, penolongku, wakilku, dan orang yang dipilih sebelum aku ada, orang yang membayar hutangku dan memnuhi janjiku, yaitu Ali bin Abu Talib.”

(4)   Mir Seyyed Ali Hamadani di Mawaddatu’l-Qurba, saat awal dari Mawadda ke enam, menceritakan dari kalif kedua, Umar bin Khatab, bahwa ketika Nabi membangun hubungan persaudaraan diantara para teman-temannya, ia mengatakan:”Ini adalah Ali saudaraku di dunia ini dan Yang nantinya; ia adalah penggantiku diantara sanak keluargaku dan wakilku diantara “umma”ku; ia adalah sumber ilmu pengetahuanku dan pembayar hutangku; apapun yang ia berikan padaku, aku berikan padanya. Keuntungannya adalah keuntunganku, dan kerugiannya adalah kerugianku; temannya juga temanku; musuhnya adalah musuhku juga.”

(5)   Di Muwadda yang sama, ia mengutip sebuah hadist dari Anas bin Malik, yang telah saya sebeutkan sebelumnya. Mengarah pada hal itu ia mengatakan bahwa Nabi berkata,”Ia (Ali) adalah wakilku dan penolongku.”

(6)   Muhamad bin Ganji Shafi’I mengutip sebuah hadist dari Abu Dahr Gifari dalam bukunya Kifayatu’t-Talib, bahwa Nabi berkata,”Bendera Ali, Pemimpin orang percaya, pemimpin untuk orang-orang yang bercahaya, dan wakilku, akan datang kepadaku di Sumber air Kauthar.”

(7)   Baihaqi, Khatib Khawarizmi, dan Ibn Maghazili Shafi’I, menulis dalam Manaqib mereka bahwa Nabi berkata pada Ali:”Tidaklah tepat jika saya meninggalkan orang-orang tanpamu yang menjadi penggantiku karena kamu adalah orang yang terpilih setelah aku.”

(8)   Imam Abu Abdu’r-Rahman Nisa’I, salah satu Imam dari Tradisi Enam Buku, menceritakan secara detil dari Ibn Abbas kebaikan Ali dalam hubungannya dengan hadist 23 dalam Khasa’isu’l-Alawi. Setelah menggambarkan tingkatan nabi Harun, Nabi mengatakan pada Ali: “wakilku selain aku unutk seluruh umat yang percaya padaku.”

Hadist ini dan yang lainnya yang mana Nabi menggunakan kalimat “setelah aku” sangat jelas membuktikan bahwa Ali adalah penggantinya yang akan datang.

(9)   Terdapat “Penciptaan Hadist”, yang telah diceritakan dalam cara yang berbeda. Imam Bin Ahmad Ibn Hanbal di his Musnad, Mir Seyyed Ali Hamadani di Mawaddatu’l-Qurba, Ibn Maghazili Shafi’i di Manaqib, dan Dailami dalam Firdaus telah mengutip perkataan Nabi: “Aku dan Ali diciptakan dari Cahaya Ketuhanan yang sama 14,000 tahun yang lalu sebelum Adam diciptakan. Dari tulang rusuk nabi Adam dan melalui keturunannya yang suci, Cahaya diwariskan oleh Abdu’l-Muttalib, dan darinya cahaya itu dibagi dan diwariskan oleh Abdullah, (Ayah Nabi) dan Abu Talib, (Ayah dari Ali). Aku telah diyakini akan menjadi nabi dan Ali ditakdirkan menjadi kalif.”

(10)           Hafiz Abu Ja’far Muhammad Bin Jarir Tabari (meninggal.310 A.H.) menulis dalam bukunya Kitabu’l-Wilaya bahwa Nabi mengatakan pada awal kemasyurannya di Ghadir-e-Khum:”Malaikat Gabriel telah menyampaikan perintah Allah padaku yang mana saya berhenti ditempatnya dan memberitahu umatnya bahwa Ali Bin Abu Talib adalah suadaraku, penggantiku, kalifku (wakilku) disamping aku. Hai manusia! Allah telah menjadikan Ali sebagai Walimu (penjaga), dan Imam (pelindung). Patuh padanya merupakan kewajiban bagi kalian semua; perintahnya adalah yang tertinggi; ucapannya adalah benar; kutukan darinya bagi mereka yang melawannya; rahmat Allah bersamanya juga yang berteman dengannya.”

(11)           Sheikh Sulayman Balkhi dalam Yanabiu’l-Mawadda melaporkan dari Manaqib  Ahmad, dan ia dari Ibn Abbas, sebuah hadist yang menggambarkan kebaikan-kebaikan Ali. Saya mengutip semuanya itu. Ibnu Abbas melaporkan bahwa Nabi mengatakan: “Oh Ali, kamu adalah pembawa pengajaranku, Waliku dan temanku, penerusku, pewaris pengetahuanku, dan kalif-ku. Kamu adalah wali untuk warisan dari para nabi sebelumnya. Kamu adalah orang kepercayaan Allah di bumi dan bukti dari Allah atas segala ciptaanNya. Kau adalah tiang Iman (kepercayaan) dan pelindung Islam. Kau adalah lampu dalam kegelapan, sebuah cahaya perlindungan, dan bagi manusia yang ada di dunia ini kau adalah standar hidup bagi mereka. Oh Ali! Ia yang mengikut padamu di bebaskan, ia yang tidak menurut padamu akan binasa; kau adalah jalan yang bercahaya, dan sebuah jalan yang lurus, kau adalah pemimpin dari manusia asli, dan kepala dari orang percaya; bagi mereka yang mengakui aku sebagai Maula (Tuan) maka kamu juga Maula-nya (Tuannya), dan saya adalah tuan bagi setiap orang yang percaya. Orang yang menjadi temanmu adalah yang merupakan hasil pernikahan yang resmi. Allah tidak mengantarkanku ke surga untuk berbicara denganku tanpa mengatakannya padaku, ‘Oh Muhamad! Sampaikanlah salamku pada Ali dan katakanlah padanya bahwa ia adalah Imam dari temanku dan cahaya para pemuja.” Selamat kepadamu, Oh Ali, dalam hal yang luar biasa ini.”

(12) Abu Mu’ayyid Muwafiqu’d-Din, orator terbaik dari Khawarizm, dalam Pemimpin kepercayaan Faza’il-nya, dicetak pada tahun 1313 A.H., Bagian XIX, halaman 240, mengutip sumber yang melaporkan bahwa Nabi mengatakan:”Ketika aku sampai Sidratu’l-Muntaha (‘pohon Lote terjauh,’ stasiun tertinggi sepanjang Mi’raj), aku diceritakan demikian: Oh Muhamad! Ketika kamu menguji umatmu, siapa diantara mereka yang paling patuh? Aku mengatakan yaitu Ali. Lalu Allah berkata,’Kau harus mengatakan kebenaran, Muhamad!” Lanjutnya, Ia mengatakan, ‘Sudahkah kamu menyeleksi seorang wakil yang akan membawakan pengajaranmu pada umatmu, dan mengajarkan para pelayanku dari KitabKu hal-hal tersebut yang mana mereka belum tahu?’ aku mengatakan, Oh Allah! Siapapun yang kau pilih, aku akan setuju.’ Ia mengatakan ‘Aku telah memilih Ali untukmu. Aku menjadikannya wakilmu dan penggantimu.’ Dan Ia melengkapi Ali dengan pengetahuanNya dan kesabaran. Ia adalah Pemimpin Kepercayaan yang tak seorangpun dapat menandinginya diantara nenek moyangnya atau para penerusnya.”

Terdapat banyak hadist lagi dalam buku-bukumu yang asli. Beberapa dari kamu hanya ulema, seperti Nizzam Basri, telah mengetahui kebenaran ini. Salahu’d-Din Safdi dalam Wafa Bi’l-Wafiyya-nya, dalam hubunganya dengan cerita dari Ibrahim Bin Sayyar Bin Hani Basri, diketahui sebagai Nizzam Mu’tazali, mengatakan: “Nabi Allah mengkomfirmasi pada Imam Ali dan menunjuknya sebagai Imam (Pelindung). Kawan-kawan Nabi juga mengetahui tentang hal ini, tetapi Umar, demi kepentingan Abu Bakar, membunuh Imam Ali dengan korden.”

Ini sudah jelas dari buku anda sendiri, hadist, dan Qur’an memberi komentar bahwa Ali menduduki tempat tertinggi dalam kebaikan. Khatib Khawarizmi menceritakan dari Ibn Abbas dalam Manaqib, Muhammad Bin Yusuf Ganji Shafi’i dalam Kifayatu’t-Talib-nya, Sibt Ibn Jauzi dalam Tadhkira-nya, Ibn Sabbagh Maliki dalam Fusulu’l-Mawadda, Sulayman Balkhi Hanafi dalam Yanabiu’l-Mawadda dan Mir Seyyed Ali Hamadani dalam Mawaddatu’l-Qurba, Mawadda V, kutipan dari kalif kedua, Umar Bin Khattab – semuanya memberi konfirmasi dengan variasi kata yang disederhanakan – bahwa Nabi mengatakan:”Jika semua pohon adalah pena, dan jika lautan merupakan tinta, jika semua jin dan manusia hanyalah perekam – walau kebaikan Ali Bin Abu Talib tak dapat dihitung dengan ini dan tidak dapat diandaikan dengan apapun.”

Perhatikanlah hal-hal ini dan berilah pembenaran dari hal-hal ini.

Kami kaum Syi’ah tidak percaya pada Abu Bakar, Umar dan Usman karena karakter yang mereka punya.  .

Anda dapat melihat pada masalah Kebun Fdaak, pembakaran rumah Fatima dan bacalah hadist berikut ini yang diceritakan dalam Bukhari Volume 1, Buku 3, Nomor 114 [hal.86-87]

Diceritakan oleh ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah:

Ibn ‘Abbas mengatakan, “Ketika penyakit Nabi semakin parah, ia mengatakan,’Berikan padaku sebuha kertas dan aku akan menulis padamu sebuah pernyataan sehingga membuat kamu tidak akan kesasar.’ Tetapi Umar mengatakan, ‘Nabi benar-benar sakit, dan kita harus memiliki Kitab Allah itu dan aku rasa itu cukup untuk kita.’ Tetapi kawan-kwan Nabi berbeda tentang hal ini dan mereka pun berteriak. Untuk hal itu Nabi berkata pada mereka,’pergilah (tinggalkan aku sendiri). Tidaklah baik kamu semua bertengakar didepanku.” Ibn Abbas lalu berkata,”Ini tidaklah beruntung bhwa Rasullulah dicegah  untuk menulis pernyataan itu untuk mereka karena ketidaksetujuan dan kebeisingan mereka. (Catatlah: Ini dikutip dari hadist bahwa Ibn Abbas telah menyaksikan peristiwa itu dan lalu datang untuk mengatakan pernyataan ini.” [ikutilah yang ada dalam Bukhari yaitu: “Kebenarannya tidak seperti itu, tentang perkataan yang dikatakan oleh Ibn Abbas dalam hadist dan ia tidak menyaksikan peristiwa itu. Lihat catatan kaki Fath Al-Bari Vol.1 hal.220.)”]

Umat Islam bertanya,”Bagaimana orang yang mencintai Muhamad dapat mengikut pada orang seperti yang disebutkan dalam hadist diatas???

Nafsu Husayn di Karbala

 

Pada tahun 680 A.D. (61 A.H.) di Karbala, Husayn bersama dengan kelompok brutal yang kecil (32 pasukan kuda, 40 prajurit) ketika mereka diserahkan oleh pasukan pemerintah. Ketika mereka menolak untuk menyerah, mereka semua dibunuh. Menurut tradisi Husayn dibunuh dengan anak panah ketika ia memberikan air unutk anak yang kehausan. Kepala Husain dikirim ke Damaskus sebagai piala.

Di Afrika ada sebuah puisi di Swahili tentang keinginan pengorbanan Ali yang panjangnya 4.000 garis. (Textual Sources for the Study of Islam 1987 hal.22)

 

Menurut seorang Islam Syi’ah,”tradisi melambaikan tangannya sendiri tidak ada yang dapat dilakukan pada dosa. Pastinya tidak ada yang percaya dalam 12’er Islam tentang kemudahan untuk membersihkan dosamu dengan ‘menghukum’ dirimu sendiri. Hal itu sebenarnya mencoba dan menghapus dukacita yang kita rasakan dalam hubungannya dengan manusia yang harus hidup yang sepenuhnya sebagai seorang pelindung untuk masa depan kemanusiaan secara keseluruhan. Bagaimana tangan seseorang seharusnya berkorban dalam segalanya dari dunia ini, sementara secara nyata kita harus melihat anak-anak dibunuh, kawan-kawanmu dan keluargamupun dibunuh, dan harus percaya secara sepenuhnya bahwa saudara perempuanmu dan istrimu akan membantumu dari puluhan ribu orang Arab yang ganas. Peristiwa yang terjadi di Karbala itu bagi kita masyarakat biasa memperlihatkan pada kita tentang orang-orang seperti apa mereka itu.”

 

 

Imam dari Islam Syi’ah

 

“Dengan Tuhan! Tuhan sebenarnya tidak meninggalkan bumi ini, sejak kematian Adam, tanpa adanya disitu seorang Imam yang mengarahkan manusia pada Tuhan. Ia adalah bukti dari Tuhan untuk para pengikutnya.” Introduction to Shi’i Islam hal.147.

 

1. ‘Ali bin Abi/Abu Talib – meninggal tahun 661 A.D.
2. Hasan bin ‘Ali – dibunuh tahun 669 A.D.
3. Husayn/Husain bin ‘Ali – dipenggal tahun 680 A.D.
4. Ali Zaynu al-’Abidin -meninggal.713 A.D.
5. Mohammed al-Baqir –meninggal.732 A.D. Zaid
6. Ja’far al-Sadiq -765 A.D. Yahya
7. Musa al-Kazim -183/799 7. Isma’il
8. ‘Ali ar-Rida –meninggal secara misterius tahun 818 A.D. Muham-mad Abdallah Tak ada
9. Muhammad at-Taqu – meninggal tahun 835 A.D.  
10. ‘Ali al-Hadi –meninggal tahun 868 A.D.
11. Hasan al-’Askari -873 A.D
12. Mohammed ibn al-Hanifiyah menghilang tahun 875 A.D.

 

 

Tidak ada Minuman yang Memabukkan

 

“Diceritakan oleh Aisha [salah satu istri Muhamad] Nabi berkata,’semua minuman yang memabukkan itu Haram (dilarang) untuk diminum” Bukhari vol.1 buku 4 bag.75 no.243 hal.153. Ketika 12 Imam Syi’ah melawan alcohol, beberapa orang Syi’ah percaya minuman itu diperbolehkan.

 

“Diceritakan oleh Abu Huraira: ‘Nabi berkata,’seorang yang dewasa, yang saat itu sedang melakukan hubungan atau menyetujui hubungan seks bebas, bukanlah seorang yang beriman, dan seseorang, yang saat itu sedang minum minuman beralkohol, bukanlah seorang yang beriman, dan seorang pencuri, yang saat itu sedang mencuri bukanlah seorang yang beriman.” Bukhari vol.7 buku 69 bag.1 no.484 hal.339.

 

Kesalahan informasi tentang 12 Imam Syi’ah

 

Banyak umat Sunni menerima aliran Syi’ah sebagai Islam juga; setelah itu, mereka diperbolehkan untuk mengunjungi Mekah. (Walau dimasa-masa tertentu dari sejarah mereka harus membayar pajak tambahan unutk menjadi seorang Syi’ah). Dilain hal, umat Sunni lainnya mengatakan bahwa orang Syi’ah sebenarnya bukanlah Islam, tetapi Ghulat (orang bid’ah) atau orang kafir. Pernyataan berikut ini yang ditebalkan yang saya telah baca dan dengar dari beberapa sumber tentang aliran Syi’ah; namun semua sumber itu bukanlah dari Syi’ah. Aliran Syi’ah sendiri telah menyangkal anggapan yang melawan mereka, maka pernyataan yang dicetak tebal itu seharusnya TIDAK dikatakan tentang kepercayaan Syi’ah.

 

Orang Syi’ah menurut orang menambahkan pernyataan tentang agama

Ketika beberapa kelompok kecil mungkin mempunyainya, justru kelompok yang besar tidak menambahkan apapun. Mereka percaya Ali adalah orang terpenting dalam Islam setelah Muhamad, tapi mereka belum menambahkan pernyataan itu dalam pernyataan agama.

 

Orang Syi’ah dianggap yang Mengatakan bahwa orang Sunni yang merubah isi Qur’an

Setidaknya sepasanga penulis Syi’ah telah menulis ini, tapi “sepasang” itu bukan berarti mewakili puluhan juta masyarakat Syi’ah. Beberapa orang penulis Sunni percaya Qur’an juga dirubah, maka jika beberapa penulis saja dapat mewakili semua orang Syi’ah, beberapa penulis Sunni pun juga demikian.

 

Orang Syi’ah percaya akan adanya Nabi setelah Muhamad.

Sekitar 7 Imam dan kelompok Ghulat percaya dengan adanya nabi lain. Namun, kelompok mayoritas percaya akan utusan yang akan datang, (Mahdi untuk 12 Imam)  tetapi tetap tidak menyebutnya seorang nabi.

 

Khomeini adalah seorang Ithna’ashariya Syi’ah

 

Khomeini mengatakan,”Islam membuatnya berkewajiban atas semua laki-laki dewasa, dan menyediakan bagi mereka kemudahan dan kapasitas, dan juga untuk mempersiapkan diri mereka bertahan terhadap negara lain sehingga hukum Islam dipatuhi di setiap negara di dunia ini. Tapi orang yang mempelajari Perang Suci Islam akan memahami kenapa Islam ingin menaklukan seluruh dunia ini… Mereka yang tidak mengetahui apa-apa tentang Islam menganggap Islam itu tidak menyukai perang. Mereka [yang mengatakan ini] adalah orang yang dungu. Islam mengatakan: Bunuhlah semua orang yang tidak percaya padamu atau merekalah yang akan membunuh kamu semua! Apakah ini berarti bahwa Umat Islam harus “membelakangi” sampai mereka dibunuh oleh [orang-orang yang tidak percaya itu]! Islam mengatakan: Bunuh mereka [orang non-Islam], tusuk mereka dengan pedang dan sebarkanlah [bagian tubuh mereka]. Apakah ini berarti “membelakangi” sampai mereka [umat non-Islam] menghadapi kita? Islam mengatakan: Bunuhlah demi penugasan Allah bagi mereka yang ingin membunuh kamu! Apakah ini berarti kita harus menyerah pada musuh? Islam mengatakan: Apapun yang baik yaitu berterima kasih pada pedang dan bayangan pedang itu! Manusia tidak dapat menurut jika tidak menggunakan pedang! Pedang adalah kunci menuju Surga, yang dapat dibuka hanya untuk prajurit Suci! Ini merupakan ratusan mazmur Qur’an lainnya dan Hadist [perkataan Nabi] yang mendorong umat Islam untuk memberikan nilai tinggi untuk perang dan pertempuran. Apakah semua itu berarti Islam adalah agama yang melarang orang untuk berperang? Saya ingin meludahi mereka semua orang-orang yang bodoh yang membuat pernyataan ini.”

Kutipan ini dari Ibn Warraq Why I am Not A Muslim Prometheus Books 1995 hal.11-12. (hal.381) Amir Taheri. Holy Terror. London, 1987. hal.226-227.

 

Bagaimana tentang Ayatollah Khamenei Setelah dia?

 

Pemimpin Iran tertinggi, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dalam sebuah pidato di Museum Ayatollah Khomeini, tanggal 4 Juni, 2002, mendukung pembunuhan diri-atau mati martir yang dilakukan oleh orang Palestina yang secara sengaja membawa juga orang Israel yang tidak bersalah.

Biar saya katakana kepadamu: pendirian ini [dari pemimpin Amerika tentang gemparnya bunuh diri ini] tidak aka nada gunanya. Penyelidikan dari mati syahid ini tidak berdasarkan emosi; hal ini berdsarkan kepercayaan Islam dan keyakinan dalam Hari Penghakiman dan kepercayaan dalam kehidupan setelah mati. Dimanapun Islam tetap pada pemikiran kebenarannya, dengan sombong menghadapi ancaman ini.

http://www.MuslmiHope.com/JamesArlandson/AyatollahKhameneiInHisOwnWords.htm untuk info lebih jelas.

 

 

Ithna’Ashariyya dan Sekte Syi’ah lainnya

 

Terdapat kontroversi diantara Imam ketujuh. Haruskah itu adalah saudara yang lebih tua (Ismail) atau adiknya Musa, karena (menurut Imam ke-12 itu) Ismail merupakan peminum alkohol. Imam ketujuh mengatakan bahwa Ismail bukanlah peminum, tapi  telah terdapat konspirasi untuk melawan dia. Sebelum berbicara tentang Imam ke-12 dan ke-7 itu, kita akan mendiskusikan sebuah kelompok kecil, Zaydits.

 

Kebanyakan orang Syi’ah adalah Ithna’ashariyya, panggilan dari 12 Imam. Mereka mengatakan Imam ke-12, Muhamad ibn al-Hanifiyah menghilang pada tahun.875 A.D dan akan kembali lagi. Mullah Muhammad Bakir Madjlisi (1627-1698 A.D.) merupakan seorang Imam ke-12 yang membuat koleksi Hadist. Ia mengatakan ia berharap pekerjaannya”semoga memberikan kehidupan bagi hati dan roh bagi hati manusia yang mati”. Dalam sebuah pemikiran ia menjadi pemimpin Iran yang sebenarnya, dan mereka menyiksa kaum Sunni, Sufi, dan Zoroaster. Ia mengatakan bahwa kalif kaum Sunni Umar, Abu Bakar, dan Usman adalah penipu dan orang yang tidak beriman yang sangat layak unutk dikutuk oleh Tuhan. Lihat the Encyclopedia of Islam vol.5 hal.1086-1088 untuk info selanjutnya.

 

Kaum Hurufi adalah sebuah kelompok masyarakat yang menekankan pada ilmu numerology. Mereka mengatakan bahwa Fadil Allah adalah penjelmaan Tuhan

Kaum Syaki adalah sebuah bangsa yang dapat dibandingkan. Dengan sekitar setengah juta orang. Mereka ditemukan oleh Shaykh Ahmad ibn Zaynu-d-Din al Ahsa’i. (116/1753-1241/1826)

 

Kaum Akhbari  dan  Usuli merupakan dua kelompok dari Ithna’ashariyya.

 

Terdapat banyak sekte dalam Islam Syi’ah, tapi dari kesemua sekte yang ada dibedakan dalam tiga hal: urutan, pemujaan akan sesuatu (Ghulat), dan “hesitator” (waqifa). Aliran Hesitator berawal ketika sebuah kelompok percaya bahwa seorang Imam tidka akan pernah mati. Umumnya mereka percaya umat mereka hanya menghilang dan akan kembali lagi.

 

Kembalinya Mahdi

 

Mahdi, Mohammed ibn al-Hanafiyah menghilang, tetapi akan kembali lagi suatu hari nanti. Sejumlah orang telah menyatakan bahwa mereka adalah Imam ke-12 yang telah kembali itu. Mereka disebut sebagai Mahdi, yang berarti “orang yang dilindungi”.

Beberapa orang yang menyatakan diri mereka dalam aliran Syi’ah
Kalif Fatimid Pertama ‘Obaidallah (909-933/934 A.D.)
Imam al Husayn bin al-Kasim al-’Iyani (1013 A.D.)
‘Ali bin Abu Talib dan Saliman al-Farisi: ‘kaum Alawit memuja mereka seperti mereka adalah triteisme Islam..
Hakim Agung yang merupakan Tuhan yang Nampak untuk kepercayaan Druze.
Gerakan Mahdi di Sudan
Mirza Ghulam Ahmad (1879 A.D., Ahmadiyah)
Sliman Murshad dari Syria (1900-1949 A.D.)
Bahaulah (kaum Baha’is, 1863 A.D.)

 

Orang-orang yang pemfitnah

 

Beberapa pengikut Ismail menyatakan Ismail tidak mati menurut tulisan dari Arthur Jeffries dalam A Reader on Islam hal.38.

 

Hal yang sama 12 Imam Syi’ah juga menyatakan imam ke-12 tidak mati, tapi disembunyikan oleh Allah.

 

Beberapa orang-orang yang pemfitnah dan orang aliran pemuja (Ghulat) dalam Islam Syi’ah

Saba’iyya – Hesitator dari Ali (Imam pertama)
‘Ulyaniyya/’Alya’iyya – Saba’iyya yang mengatakan ‘Ali adalah Tuhan.
Muhammadiyya – Saba’iyya yang mengatakan Muhamad juga Tuhan.
Ishaqiyya/Hamraniyya –kelompok Saba’iyya lainnya
Sekte lain dari Hesitator: Karibiyya, Hashimiyya
Rizamiyya/Muslimiyya – Tuhan berada dalam setiap bentuk dari nabi-nabi yang ada.
Beberapa pengikut Isma’ili memberikan status semi-Tuhan untuk Ismail.
Ithna-ashariyya sendiri adalah “pemfitnah” dari Imam ke-12 Muhamad.
Umat Islam merupakan pemfitnah tentang Yesus, yang mengatakan ia mati bukan dikayu salib..

 

Aliran Syi’ah Zaydi (perbedaan dengan Imam ke-5)

 

Kaum Zaydi adalah sebuah kelompok masyarakat di Yaman nama setelah Zaid, cucu dari Husein, yang memberontak pada Januari 740 A.D. dan dibunuh oleh Kalif Hisham. Anaknya Yahya juga memberontak, tapi dibunuh pada tahun 743 A.D. Mereka adalah kelompok Syi’ah yang paling moderat. Mereka percaya itu diperbolehkan bagi Umar, Abu Bakar dan yang lainnya untuk menjadi kalif, walau Ali merupakan pilihan yang terbaik. Kaum Zaydits percaya imam bukanlah manusia super dan percaya dekat dengan kaum Sunni Mu’tazilits. Seorang Zaydi, Imam al Husayn bin al-Kasim al-’Iyani dari 1010-1013 A.D. memulai aliran Husayniyya ketika dikatakan ia adalah Mahdi. Aliran Zaydi lainnya adalah Jarudiyya, Suleymanniyya/Jaririya, dan Bitriyya/Salishiyya.

 

 

Ithna’Ashariyya Akhir Zaman

 

Bagi orang Kristen, ketika anda membaca Kitab Wahyu, pernahkah kamu ingin tahu bagaimana orang-orang yang tidak percaya akan menjelaskan peristiwa-peristiwa itu dan tetap tidak percaya kepada Tuhan yang Sejati? Mungkin penjelasan yang palsu juga sudah ada. Menurut Ithan’ashariyya, disini terdapat beberapa tanda akhir zaman.

Pertama akan datang pedang kematian (kematian merah) dan kematian karena penyakit (kematian putih).

Mahdi akan diturunkan dari Fatima, dan akan disebut Muhamad.

Mahdi akan mengangkat batu hitam di Khurasan.

Ia akan menjadi seorang yang muda, dengan tinggi yang sedang, sangat tampan, dengan rambut hitam.

Mahdi tidak akan datang dalam tahun ganjil.

Ia akan datang ke Mekah, dan lalu melanjutkan perjalanan ke Kufa.

Dajil bermata satu (antikris) akan datang ke Timur.

Matahari akan terbit di barat, dan bintang yang ada di timur akan memberikan cahaya yang seterang bulan.

Seorang tamu akan dipanggil dari surga.

Sebuah konflik hebat di Siria akan menghancurkannya.

Seperti Muhamad, Mahdi akan mempunyai sebuah perkara baru, kitab baru, dan hukum agama yang baru. Ini akan menjadi sebuah ujian yang keras bagi orang Arab. Pedang itu akan berada diantara Mahdi dan orang Arab.

Yesus akan kembali juga.

313 prajurit dari perang Badar juga kembali.

Imam dan para nabi juga akan kembali.

 

Isma’il (Imam ke-7) dari Syi’ah

 

Ada sebuah tiga serangkai yang beruntung, interpretasi alegoris dan pemikiran. Muhamad menerima “keberuntungan” saat kelahirannya dengan menjadi pembuka rahasia Qur’an. ‘Ali mempunyai interpretasi, dan imam menyediakan pemikiran yang diperlukan.    Fazlur Rahman dalam Islam hal.176 menyebutkan bahwa beberapa orang melihat adanya hubungan dengan Neoplatonisme dan konsep keberuntungan Zoroaster.

Terdapat tujuh putaran sejarah dengan tujuh “pembicara”: enam lainnya adalah Adam, Nuh, Abraham, Musa, Yesus, dan Muhamad. Terdapat tujuh “orang bisu” yang menemani mereka.

 

Beberapa sekte Ismail

 

Para pembunuh mengambil ganja dan membunuh banyak orang. Mereka memisah dari kaum Ismail lainnya pada tahun 1094 A.D. karena mereka tidak menerima kalif ke-9 Fatimid al-Musta’li (1094-1101 A.D.).

Druze/Druse – memuja al-Hakim sebagai penjelmaan Tuhan

Fatimites – kalif harus keturunan dari Fatima/Ali

Ja’fari – sebuah komfromi dengan kaum Islam Sunni.

Musta’lis, yang mana markasnya bertempat di Bombay, India. Dari mereka datang Sulaymani dan Da’udi.

Nizais dan Aga Khanis, dipimpin oleh Aga Khan.

Orang Qarmatia/Carmathia merupakan orang-orang yang komunis brutal dan teroris pada tahun 890 A.D.

 

Qur’an tidaklah cukup

 

Kaum Syi’ah percaya pada Muhamad dan Qur’an, tetapi itu tidaklah cukup. Kaum Syi’ah percaya sangatlah penting mempunyai seorang pemimpin laki-laki, yang disebut imam, yang hidup saat ini untuk menafsirkan Qur’an.

 

Banyak orang mencoba mengatakan Yesus tidaklah cukup, dan Alkitab tidaklah cukup. Yang itu memerlukan seorang Paus atau penafsir yang resmi.

 

Kembali ke Semboyan

 

Maka apa apa yang dimaksud dengan semboyan itu: “Karbala dimana-mana; setiap bulan Muharam; setiap hari adalah Ashura”? (Shi’a Islam: From Religion to Revolution. hal.136)

 

Ashura adalah hari ke-10 dari bulan Muharam, dan pada saat itu dalam pada tahun 640 A.D., di perang Karbala, anak laki-laki Ali bernama Husein dan prajuritnya dibunuh. Itu terjadi pada saat itu bahwa banyak orang Syi’ah percaya ia menderita karena dosanya di dunia.

 

Pada hari kesebelas, orang Syi’ah tergeletak di tempat tidur dengan kepala yang terluka, memperingati kematian Husein.

 

Ini pada hari kesepuluh bahwa beberapa orang Syi’ah mencambuki diri mereka sendiri. Mullah Syi’ah telah mempersoalkan fatwa mengatakan ini tak harus dilakukan, tetapi banyak orang Syi’ah masih melakukannya. Satu tujuannya yaitu mengatakan bahwa jika mereka telah hidup pada saat itu, mereka seharusnya bersama dengan Husein dan mati dengannya. Bertentangan dengan itu, imam ke-4, Ali Zaynu al-’Abidin, anak laki-laki Husayn, terbaring sakit dalam tendanya dan tidak ikut perang.

 

Orang yang tak berdosa

 

Seperti banyak orang Islam Sunni saat ini, Kaum Syi’ah percaya Allah mengirim 144,000 nabi, dan mereka semua, termasuk Yesus, adalah orang yang tak berdosa. Namun umat Islam secara umum mengakui bahwa hanya Yesus yang lahir dari keperawanan, dan dia yang membuat banyak keajaiban.

 

 

Yesus, Lebih dari Imam yang paling Hebat. 

 

Tuhan tidak mengatakan ”carilah Aku dengan sia-sia” tetapi menjaga kita dan menginginkan kita agar tidak binasa. Tuhan adalah murni dan Kudus, dan Tuhan itu sejati. Ia membuat kebenaranNya diketahui melalui para nabiNya, tetapi sayangnya banyak orang menolak untuk mendengar sabdanya itu.

 

Yesus memarahi orang-orang Farisi dengan mengatakan,”Kamu tidak mempunyai ruang untuk Firmanku” Kami sangat sibuk dengan memperkaya diri, hidup dengan berfoya-foya, atau juga sibuk dalam kegiatan agama, kami tidak mempunyai waktu untuk Tuhan, atau ruang untuk firman Yesus saat ini.

 

Kaum Syi’ah secara umum percaya bahwa kebenaran tidak dapat datang hanya dari Kitab, kita memerlukan seorang utusan yang hidup. Alkitab berkata hal yang sama, walau dalam bahasa yang lebih hebat lagi. Kita tidak hanya mempunyai Tuhan yang Hidup, tapi Tuhan sendiri yang datang ke bumi, menjelma sebagai Yesus Kristus. Para nabi merupakan bukan orang biasa, tapi Yesus, yang tak berdosa, bukanlah seorang nabi yang biasa. Ia datang bukan untuk menunjukkan sebuah jalan, namun ialah jalan itu sendiri. Yesus datang tidak hanya untuk mengajar, tetapi lebih penting lagi untuk mati sebagai ganti tebusan bagi kita. Yesus adalah utusan yang hidup bagi kita.

 

Jika anda adalah kaum Syi’ah yang mencambuki punggungmu, dan darahnya membasahi kulitmu yang memar, ketahuilah ini: kamu tidak mempunyai darah yang cukup. Kamu tidak cukup menderita kesakitan dalam proporsi dosamu melawan Tuhan yang Tak Terbatas. Ketika anda berdoa dan memuja pada sesuatu selain Tuhan, anda hanya sama saja dengan perlu diberikan pengampunan yang lebih.

 

Jika kita mempunyai sepuluh kali darah lebih banyak dari yang kita punya, noda dosa, itupun tidak cukup untuk membayar ganti dosa kita, menjadi penebus untuk keselamatan kita dari Lembah Api. Karena kamu tidak dapat cukup melukai dirimu sendiri karena dosamu, kamu dapat berhenti sekarang.

 

Ketika tidak ada jalan bagi kita untuk masuk ke Surga, Yesus datang untuk memberikan darahNya yang tidak bernoda, dan membayar harga untuk kita untuk dapat masuk Surga. Semua pengorbanan Yesus itu sempurna, manusia berdosa yang ada dalam sejarah, baik nyata atau fiksi semata, tak dapat dibandingkan dengan pengorbanan Yesus di kayu salib. Apa yang Setan pikirkan adalah kemenangNya yang sebenarnya sebuah jebakan untuk setan. Kebangkitan Yesus merupakan pembersihan nama Yesus dan kemenangan terbesar dari Tuhan.

 

Tetapi pengampunan Tuhan bukan untuk mereka yang tidak mau mengikut padaNya. Kamu harus membuat setiap hari seperti hari Natal dengan menerima Yesus sebagai Juru Selamatmu, dengan memberikan hidupmu pada Kristus. Berdoa padaNya bukan seperti membwakan kata-kata yang diulang-ulang, tetapi berbicara kepada Tuhan. Katakan padanNya kamu mengakui Ia adalah Tuhan untuk semua. Menangislah pada Tuhan karena kamu pendosa, dan kamu percaya akan berkatNya. Bersyukurlah padaNya karena telah membayar harga untuk dosa kita, walau sebelum kamu mencintai Dia, melalui Yesus, yang mengorbankan diriNya unutk kita. Lalu buatlah setiap hari dalam hidupmu Paskah, hari kebangkitan Yesus. Hiduplah dalam hidup yang penuh kasih, layani Tuhan dengan segenap hatimu, segenap akal budimu, segenap jiwamu, dan segenap kekuatanmu. Kasihilah orang lain seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.